Seberapa Besar Manfaat Pengobatan Alternatif ?
Oleh : Idward pada 04 October 2012
Pengobatan
tradisional tetap diminati masyarakat di Indonesia
sekalipun pelayanan
kesehatanmodern telah berkembang di Indonesia, jumlah masyarakatt
yang memanfaatkan pengobatan tradisional tetap tinggi. Menurut Survei
Sosial Ekonomi Nasional tahun 2001, 57,7% penduduk Indonesia melakukan
pengobatan sendiri, 31,7% menggunakan obat tradisional, dan 9,8 memilih cara
pengobatan tradisional. Sedangkan pada tahun 2004 penduduk Indonesia yang
melakukan pengobatan sendiri meningkat menjadi 72,44 % dimana 32,87 %
menggunakan obat tradisional. Sementara di luar negeri saat ini penggunaan
pengobatan alternatif semakin populer . Dari data didapatkan
bahwa di Amerika , pasien yang menggunakan pengobatan alternatif lebih
banyak dibandingkan dengan yang datang ke dokter umum sedangkan di Eropa
penggunaannya bervariasi dari 23 % di Denmark dan 49 % di Prancis . Di Taiwan
90 % pasien mendapat terapi konvensional dikombinasikan dengan pengobatan
tradisional Cina dan di Australia sekitar 48,5 % masyarakatnya menggunakan
terapi alternatif . Dari data diketahui pula bahwa penggunaan
terapi alternatif pada penyakit kanker bervariasi antara 9 % sampai dengan 45
% dan penggunaan terapi alternatif pada pasien penyakit saraf
bervariasi antara 9 sampai 56 % . Penelitian di Cina menunjukkan
bahwa 64 % penderita kanker stadium lanjut menggunakan terapi
alternatif . Penelitian Kessler et all menunjukkan bahwa 9 dari 10 pasien yang
menderita ansietas dan 6 dari 10 penderita depresi berkunjung ke
psikiater dan pengobat alternatif. Dokter yang berkecimpung pada
pengobatan alternatif pun meningkat. Di Inggris ada sekitar 40 % dokter
mengadakan pelayanan pengobatan alternatif. Dari berbagai data di atas
terlihat adanya kecenderungan yang besar pemanfaatan pengobatan alternatif .
Menurut Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes, jumlah Pengobat
tradisional di Indonesia yang tercatat cukup banyak, yaitu 280.000 pengobat
tradisional dan 30 keahlian/spesialisasi. Sedang dari di 30 ribu jenis tanaman
yang ada di Indonesia 950 jenis diantaranya memiliki fungsi
penyembuhan yang sudah selayaknya bisa dikembangkan bagi kesejahteraan
masyarakat Indonesia. Dibandingkan dengan negara lain kita sudah jauh
ketinggalan dalam pengembangan obat tradisional ini. Tak usah jauh-jauh kita
membandingkan , negara tetangga kita Malaysia telah mempatenkan obat tradsional
seperti Pasak Bumi padahal Pasak bumi ini sangat banyak di bumi kalimantan ini.
Kedokteran konvensional tidak dapat mengabaikan pengobatan
alternatif ini. Kedokteran konvensional sangat tergantung dari teknologi yang
mahal untuk memecahkan masalah kesehatan, meskipun kadang pula hal tersebut
tidak efektif). Dalam antusiasme terhadap teknologi, kembali pada
pendekatan holistik dan metode-metode sederhana seperti diet dan metode
relaksasi yang dilakukan pada pengobatan alternatif seringkali pula
berjalan dengan efektif . Penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan holistik
dan konsultasi dengan pengobat alternatif / komplementer membuat pasien lebih
dapat mengontrol penyakitnya. Pada beberapa kalangan yang berpikiran luas ,
timbul keraguan pula akan hakekat pelayanan kedokteran yang cenderung
hanya bertumpu pada regionalisasi, pemberian resep obat, instrumentasi dan
pembedahan tanpa memperhatikan faktor intrinsik , aspek kemanusiaan pasien.
Pengobatan alternatif merupakan bentuk pelayanan pengobatan
yang menggunakan cara, alat, atau bahan yang tidak termasuk dalam standar
pengobatan kedokteran modern ( pelayanan kedokteran standar ) dan dipergunakan
sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut.
Manfaat dan khasiat serta mekanisme pengobatan alternatif biasanya masih
dalam taraf diperdebatkan.
Charthy , dalam Natural therapies menyebutkan beberapa jenis pengobatan
alternatif , yaitu : akupresur, akupuntur, teknik alexander, kinesiology,
aromaterapi, autogenic therapy, chiropractice, terapi warna, homeopati,
osteopati, hipnoterapi, iridology, naturopathy, terapi nutrisi, terapi
polaritas, psikoterapi , refleksiologi , pemijatan, pengobatan Cina. Sedangkan
dalam ensiklopedia pengobatan alternatif, Jenis pengobatan ini dibagi
dalam 3 kelompok besar yaitu :
1.
Terapi
Energi yang meliputi :
Akupuntur , Akupresur, Shiatsu, Do-in, Shaolin, Qigong,, T’ai chi ch’uan, Yoga,
Meditasi, Terapi polaritas, Refleksiologi, Metamorphic technique, Reiki, Metode
Bowen, Ayurveda, Terapi tumpangan tangan.
2.
Terapi
fisik yang meliputi :
Masase, Aromaterapi, Osteopati, Chiropractic, Kinesiology, Rolfing,
Hellework, Feldenkrais method, Teknik Alexander, Trager work, Zero
balancing, Teknik relaksasi, Hidroterapi, Flotation therapy, Metode Bates .
3.
Terapi
pikiran dan spiritual yang meliputi :
Psikoterapi, Psikoanalitik, Terapi kognitif, Terapi humanistik, Terapi
keluarga, Terapi kelompok, Terapi autogenik, Biofeedback, Visualisasi,
Hipnoterapi, Dreamwork, Terapi Dance movement , Terapi musik, Terapi suara,
Terapi seni, Terapi cahaya, Biorhythms, Terapi warna.
Dalam sistem pelayanan kesehatan di Inggris, jenis
pengobatan alternatif ini dibagi menjadi 3 kelompok besar . Kelompok pertama
adalah : Kelompok yang paling terorganisasi dan teratur , seperti : akupuntur,
chiropractic, pengobatan dengan herbal, homeopati, osteopati. Pengobatan
alternatif yang masuk dalam kelompok ini mempunyai dasar penelitian.
Kelompok kedua adalah : Kelompok pengobatan alternatif yang membutuhkan
penelitian lebih lanjut , namun sudah digunakan sebagai pelengkap dalam
sistem pelayanan kesehatan , seperti : hipnoterapi dan aromaterapi.
Kelompok ketiga adalah : kelompok pengobatan alternatif yang belum mempunyai
data sama sekali , seperti : terapi dengan kristal dan pendulum.
Beberapa pendukung terkemuka dari pengobatan alternatif menolak
konsep bahwa efektifitas dari pengobatan alternatif membutuhkan atau dapat
dilakukan validasinya dengan penelitian secara random dan controlled –
trial. Dengan pertimbangan bahwa banyak intervensi pengobatan
alternatif tidak memberikan obat atau melakukan operasi ,
seperti pengobatan tradisional Cina , pengobatan Ayurvedic,
terapi tumpangan tangan didasarkan pada pandangan vitalistik dari kesehatan dan
penyakit. Terapi –terapi ini percaya adanya energi vital ( qi, prana,
kekuatan spiritual ). Masalah lainnya adalah penelitian double-blind, misalnya
pada akupuntur sangat sulit karena metode ‘blinding’ dengan menusukkan jarum
tidak memungkinkan. Sehingga efektifitas pengobatan alternatif
dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak dapat dispesifikasi, dihitung, dan
dikontrol dengan metode penelitian double-blind. Beberapa penelitian
telah dilakukan pada akupuntur, tanaman obat, dan
chiropractic, namun kadangkala kesimpulan tidak dapat ditarik
karena adanya kekurangan pada rancangan penelitian. Kesulitan lain yang
dihadapi peneliti dalam mengevaluasi efektifitas suatu pengobatan
alternatif adalah tingginya heterogenitas cara yang digunakan untuk mengobati
gejala yang sama. Penelitian Kalauokalani et all terhadap 7 praktisi
akupuntur dalam mengobati nyeri pinggang bawah , memperlihatkan
adanya variasi yang besar pada jumlah titik yang digunakan ( antara 5 –
14 titik ) dan jumlah jarum yang digunakan ( antara 7 sampai 26 jarum ) dan
kesamaan titik yang digunakan hanya ada pada 4 titik ( 14 % ). Tingginya
heterogenitas ini menimbulkan tantangan bagi peneliti dalam membuat rancangan
penelitian dan cara menginterpretasikannya.
Beyerstein, menyatakan saat seseorang sembuh dari penyakit dengan menggunakan
suatu metode alternatif maka tidak dapat dikatakan metode tersebut benar
efektif . Beberapa faktor yang menyebabkan suatu pengobatan yang tidak
efektif menjadi seolah efektif adalah :
1.
Penyakit mempunyai
perjalanan alami untuk sembuh sendiri.
2.
Penyakit mempunyai
siklus remisi – eksaserbasi , seperti pada multiple sclerosis, asma, alergi,
dan migren. Bukan tidak mungkin pasien datang pada saat penyakitnya akan
membaik.
3.
Efek plasebo. Para
pengobat alternatif seringkali membuat penyakit seolah dapat lebih dihadapi.
dan pengobat alternatif biasanya lebih antusias dan karismatik. Jadinya
kesembuhan yang dialami lebih kepada faktor psikologis. Sebagai contoh : Pada
pasien nyeri kronik seringkali nyerinya berkurang dengan pendekatan psikologis
tanpa menyentuh faktor patologis yang mendasarinya.
4.
Adanya somatisasi dan
ketakutan akan hilangnya perasaan ‘sehat’ . Banyak pasien dengan somatisasi
berobat ke dokter dan telah dilakukan berbagai pemeriksaan tidak ditemukan
adanya kelainan. Pasien tersebut akhirnya datang ke pengobat alternatif yang
‘selalu’ menemukan sesuatu untuk di obati dan jika terjadi ‘
penyembuhan ‘ maka kepercayaan semakin timbul.
Dari sudut aspek antropologis, pandangan efektifitas
pengobatan modern dan alternatif- tradisional sebenarnya menggunakan
terminologi yang tidak sama . Pengertian biomedis dari Barat tidak bisa
sama dengan pengertian etnomedis tentang kemanjuran dan terdapat
pandangan di kalangan Barat bahwa di luar sistem medis yang didasarkan ilmu
biomedis Barat pasti irasional karena didasarkan pada magis dan bukannya
observasi empiris. Sehingga dalam menentukan efektifitas pengobatan alternatif
– tradisional perlu diadakan suatu pendekatan multidimens.
Seberapa besar manfaat pengobatan alternatif berdasarkan tanggapan
dokter maupun pasien penggunanya ?.
1.
Penelitian meta-analisis
terhadap tanggapan dokter mengenai pengobatan alternatif menunjukkan
bahwa dari 12 penelitian yang berbeda , dokter memberikan jawaban
yang positif terhadap keberadaan pengobatan alternatif, terutama terhadap
akupuntur, osteopati, homeopati, dan chiropractic. Pada 5 penelitian
diantaranya ditanyakan mengenai bermanfaat atau tidaknya pengobatan alternatif
tersebut. Tanggapan dokter yang menjawab bahwa pengobatan alternatif
bermanfaat berkisar dari 54 % sampai 86 %. Dapat dikatakan di sini bahwa
sebagian besar dokter setuju bahwa pengobatan alternatif bermanfaat pada
penyembuhan penyakit.
2.
Penelitian Verhoef
et all, pada pasien tumor otak yang menggunakan pengobatan alternatif
menunjukkan dua pertiganya menyatakan bahwa pengobatan tersebut bermanfaat.
Secara umum pasien mengatakan bahwa tingkat ‘ energi ‘ meningkat dan
merasa lebih sehat fisik dan mental. Pada sepertiga pasien
mempunyai harapan yang tinggi bahwa pengobatan alternatif ini mampu
mengecilkan dan menghilangkan tumornya.
3.
Penelitian Ernaldi bahar
dkk, terhadap gangguan kesehatan jiwa pada anak dan remaja di Palembang
menunjukkan bahwa orang tua penderita percaya bahwa pengobatan tradisional
lebih kompeten dan mampu mengobati kesehatan jiwa anaknya.
4.
Penelitian Kessler et
all, pada pasien yang menderita ansietas dan depresi didapatkan data
bahwa sebagian besar pasien menyatakan pengobatan alternatif sama berguna
dengan pengobatan konvensional
5.
Dalam suatu diskusi
panel National Institut of Health ( NIH ) yang dihadiri oleh 23 ahli di bidang
kedokteran perilaku, penanganan nyeri, ilmu jiwa, ilmu saraf dan
psikologi ditemukan berbagai bukti kuat bahwa penggunaan teknik relaksasi dan
terapi perilaku dapat mengurangi rasa nyeri dan masalah insomnia akibat
berbagai kondisi penyakit. Diskusi Panel NIH pernah juga memberikan
simpulan bahwa akupuntur efektif untuk mengurangi nyeri gigi, mual, muntah,
nyeri kepala dan nyeri pinggang bawah .
Bila pengobatan alternatif tidak didukung dengan dasar ilmiah ,
mengapa banyak orang , termasuk yang berpendidikan tinggi menggunakan
terapi alternatif ini ?.
1.
Dari sudut pandang
pasien bukan suatu hal yang penting mengenai dasar ilmiah. Pengguna dari
pengobatan alternatif ini biasanya pula sudah mencoba pengobatan konvensional
yang tidak menyembuhkan penyakitnya. Hal ini membuat mereka menilai bahwa nilai
statistik adalah tidak penting . Seringkali pula para pengguna pengobatan
alternatif ini mendengar keberhasilan penyembuhan alternatif dari orang
yang baru dikenal , keluarga, dan teman yang mungkin sudah mengalami
kesembuhan dengan penyakit yang serupa melalui pengobatan alternatif tersebut.
2.
Kedokteran modern
menjadi identik dengan unpersonal dan high cost medicine yang hanya terjangkau
oleh sekelompok kecil masyarakat dan kedokteran modern tersebut belum mampu
secara meyakinkan manangani masalah penyakit degeneratif seperti masalah
penuaan , kanker, diabetes, hipertensi. Hal ini mengakibatkan berkurangnya
kepercayaan masyarakat dan minat pencari pertolongan. Apalagi disampingnya
terdapat pelayanan kesehatan alternatif yang menjanjikan.
3.
Pengobatan alternatif
tradisional masih digunakan oleh sebagian besar masyarakat bukan hanya karena
kekurangan fasilitas pelayanan kesehatan formal yang terjangkau oleh
masyarakat , tetapi lebih disebabkan oleh faktor-faktor sosial budaya
dari masyarakat tersebut. Ia memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat yang
dilayani
4.
Adanya beberapa
stereotypes di masyarakat, seperti : – pengobatan alternatif – tradisional
bersifat holistik dan pengobatan modern hanya melihat penyakitnya saja dan
adanya dikotomi penyakit ke dalam dua jenis , yaitu penyakit yang dapat
disembuhkan oleh dokter dan penyakit yang hanya dapat disembuhkan oleh pengobat
tradisional.
5.
Adanya
beberapa manfaat umum dari pengobatan alternatif – tradisional baik
secara psikologis dan sosial yang tidak terpengaruh dengan keberadaan
pengobatan modern , yaitu : mengurangi stress dan kecemasan akibat
ketidakpastian penyakit, biaya yang rendah dan menyenangkan, penguatan dan
keterlibatan langsung pasien dalam penanganan penyakitnya, fungsi kontrol bila
ada penyimpangan, mengurangi trauma akibat perubahan kultural dan
mempromosikan identitas kebudayaan.
Peranan praktisi kedokteran dalam menyikapi keberadaan pengobatan
alternatif harus lebih sensitif terutama terhadap pasien pengguna pengobatan
alternatif ini terlebih pada pasien dengan penyakit yang menahun
dan sulit disembuhkan seperti : kanker, nyeri menahun , dan penyakit saraf
degeneratif. Praktisi kedokteran sebaiknya pula mengetahui penggunaan terapi
alternatif pada pasiennya, mengingat kemungkinan adanya reaksi interaksi
antar obat.
Berbeda dengan ilmu kedokteran yang scientific & technological
dengan pendekatan analitik, pengobatan alternatif – tradisional ( berkembang
dari tradisi masyarakat tertentu ) lebih bersifat pre scientific & magico
–mystical dengan pendekatan holistik. Pendekatan holistik dalam pengobatan
tradisional yang memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat dapat diterapkan
dalam ilmu kedokteran tanpa harus kehilangan identitas dan sifat keilmuannya.
Pengobatan tradisional sudah merupakan bagian integral dari lingkungan sosial
budaya dan ada nilai-nilainya yang patut dipertahankan dan ditingkatkan yang
dapat memberikan sumbangan positif bagi upaya kesehatan. Oleh karena itu sebetulnya
pengobatan tradisional dan pengobatan konvensional dapat berjalan berdampingan
dan saling mengisi untuk memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat banyak. (Sumber : SP3T Kalimantan Tengah, Publish :
Idward Y)
Dikutip dari:
http://www.gizikia.depkes.go.id/artikel/seberapa-besar-manfaat-pengobatan-alternatif/#more-5485
Charthy , dalam Natural therapies menyebutkan beberapa jenis pengobatan alternatif , yaitu : akupresur, akupuntur, teknik alexander, kinesiology, aromaterapi, autogenic therapy, chiropractice, terapi warna, homeopati, osteopati, hipnoterapi, iridology, naturopathy, terapi nutrisi, terapi polaritas, psikoterapi , refleksiologi , pemijatan, pengobatan Cina. Sedangkan dalam ensiklopedia pengobatan alternatif, Jenis pengobatan ini dibagi dalam 3 kelompok besar yaitu :
Beyerstein, menyatakan saat seseorang sembuh dari penyakit dengan menggunakan suatu metode alternatif maka tidak dapat dikatakan metode tersebut benar efektif . Beberapa faktor yang menyebabkan suatu pengobatan yang tidak efektif menjadi seolah efektif adalah :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar